Daftar Isi
Pembukuan BMHP (Bahan Medis Habis Pakai) untuk klinik menjadi salah satu fondasi penting dalam pengelolaan operasional fasilitas kesehatan, terutama bagi klinik yang melayani pasien setiap hari dengan volume tindakan medis yang beragam.
Kesalahan pencatatan BMHP tidak hanya berdampak pada ketersediaan alat medis, tetapi juga dapat memengaruhi efisiensi biaya dan kelancaran pelayanan.
Klinik mencatat setiap stok medis secara rapi dan terstruktur, lalu meninjau catatan itu secara berkala untuk menjaga manajemen stok tetap berkelanjutan.

Sumber: Pexels
Dalam praktik sehari-hari, masih banyak klinik yang mencampur pencatatan BHP dan BMHP, padahal keduanya memiliki fungsi dan dampak biaya yang berbeda. Pemahaman yang tepat akan membantu klinik mengelola anggaran dan stok dengan lebih akurat.
BHP meliputi seluruh bahan dan alat yang staf klinik pakai hingga habis dalam kegiatan operasional, baik yang berkaitan langsung dengan pelayanan medis maupun tidak.
Contohnya meliputi kertas printer, tinta, sabun, masker non-medis, hingga alat tulis kantor. Walaupun nilainya relatif kecil per item, staf klinik tetap mencatat akumulasi BHP karena berpengaruh terhadap biaya operasional.
BMHP staf medis pakai khusus untuk tindakan medis, dan setiap alat hanya sekali pakai. Contohnya adalah jarum suntik, sarung tangan medis, selang oksigen, dan benang operasi.
Staf klinik mencatat BMHP secara lebih detail karena hal itu berkaitan langsung dengan tindakan medis dan keselamatan pasien. Pemisahan ini membantu klinik melakukan analisis biaya medis secara spesifik dan memperkuat manajemen stok medis.
Pencatatan inventaris yang baik tidak hanya berfungsi sebagai arsip, tetapi juga sebagai alat kontrol operasional. Klinik yang memiliki sistem pencatatan jelas akan lebih mudah memantau pergerakan stok dan mencegah kekosongan BMHP.
Staf klinik mencatat setiap BMHP sejak awal, mulai dari tanggal penerimaan, nama barang, jumlah, harga satuan, hingga pemasok. Pencatatan yang detail membantu klinik menelusuri asal barang apabila terjadi selisih stok atau masalah kualitas.
Pengeluaran BMHP harus dicatat berdasarkan penggunaan nyata di lapangan. Informasi seperti unit atau poli yang menggunakan serta waktu penggunaan akan membantu klinik memahami pola konsumsi dan mendukung manajemen stok medis yang lebih akurat.
Secara manual, kartu stok masih dapat digunakan. Namun, seiring meningkatnya volume layanan, penggunaan software inventory klinik menjadi solusi yang lebih efisien.
Sistem digital memungkinkan pencatatan otomatis, pemantauan stok secara real-time, serta pembuatan laporan tanpa proses manual yang memakan waktu.

Sumber: Pexels
Setelah pencatatan berjalan dengan baik, langkah berikutnya adalah menghitung kebutuhan BMHP untuk periode selanjutnya.
Metode ini menggunakan data pemakaian historis sebagai dasar perhitungan. Klinik mengumpulkan data pemakaian BMHP selama tiga atau enam bulan terakhir, kemudian menghitung rata-rata konsumsi harian atau bulanan. Kebutuhan dihitung dengan rumus:
kebutuhan = (rata-rata konsumsi × periode perkiraan) + stok pengaman
Stok pengaman penting untuk mengantisipasi lonjakan pasien atau keterlambatan pengadaan. Dengan bantuan software inventory klinik, perhitungan ini dapat dilakukan lebih cepat dan akurat.
Metode morbiditas digunakan untuk perencanaan jangka panjang berdasarkan pola penyakit yang sering ditangani klinik. Pendekatan ini membantu klinik mempersiapkan BMHP sesuai jenis layanan dan memperkuat manajemen stok medis secara strategis.
Pelaporan rutin memungkinkan klinik mengevaluasi pemakaian dan sisa stok BMHP secara berkala. Evaluasi ini menjadi dasar pengambilan keputusan pengadaan berikutnya agar tidak terjadi pemborosan atau kekurangan stok.
Di sinilah peran SAFFMEDIC menjadi relevan. Sebagai sistem manajemen klinik yang terintegrasi, SAFFMEDIC membantu klinik melakukan pencatatan BMHP, memantau stok secara real-time, serta menyusun laporan pemakaian dengan lebih praktis.
Dengan dukungan SAFFMEDIC, proses manajemen stok medis dapat berjalan lebih efisien tanpa membebani tenaga administrasi.
Dengan pencatatan yang rapi, metode perhitungan yang tepat, serta evaluasi berkelanjutan, pembukuan BMHP untuk klinik dapat membantu menjaga ketersediaan alat medis sekaligus mengendalikan biaya operasional.
Pemanfaatan software inventory klinik akan semakin memudahkan klinik dalam menerapkan manajemen stok medis yang terstruktur dan berkelanjutan.
7 November 2024
14 November 2023
Bagikan :